

Universitas Muhammadiyah (UM) Maluku secara resmi membuka agenda akbar pembinaan karakter mahasiswa melalui Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) yang dipadukan langsung dengan Darul Arqam Dasar (DAD). Paket komplit yang mengombinasikan pembentukan karakter mahasiswa dan kader Muhammadiyah, penguatan ideologi, dan pelatihan kepemimpinan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026, bertempat di Aula BPMP Provinsi Maluku.
Pelatihan intensif ini melibatkan ratusan mahasiswa semester II. Dalam pelaksanaannya, BAM didesain untuk menanamkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa. Meski demikian, materi keislaman ini tidak diwajibkan bagi peserta non-Muslim, mereka diarahkan pada sesi pembinaan karakter dan nilai universal yang relevan. Sementara itu, DAD menjadi ruang perkaderan formal dan pelatihan kepemimpinan wajib guna mencetak kader aktif serta calon pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di masa depan.

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku, Dr. Muh. Thaib Hunsow beserta jajaran majelis PWM, perwakilan Badan Pembina Harian (BPH) UM Maluku, Wakil Rektor II UM Maluku, serta Ketua DPD IMM Maluku. Pembinaan komprehensif ini juga mendapat dukungan penuh dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Ambon.
Wakil Rektor I UM Maluku, Dr. Andi Thamrin, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan generasi muda di lingkungan perguruan tinggi merupakan tanggung jawab kolektif demi menjaga keberlanjutan roda Persyarikatan Muhammadiyah. Menurutnya, dunia akademik tidak boleh dilepaskan dari penguatan nilai-nilai ideologis dan spiritual.

“Mahasiswa wajib dibina secara seimbang antara aspek akademik, ideologi, dan spiritualitas. Wadah Baitul Arqam dan Darul Arqam Dasar inilah yang menjadi salah satu instrumen krusial untuk mencapainya,” ujar Dr. Andi Thamrin.
Menariknya, di tengah penguatan ideologi Islam dan Kemuhammadiyahan, Dr. Andi Thamrin secara khusus menggarisbawahi bahwa UM Maluku tetap teguh menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas dan keberagaman. Kampus ini berkomitmen memberikan ruang yang ramah bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang keyakinan.
“Kita tetap menjunjung tinggi nilai toleransi. Ada mahasiswa non-Muslim di kampus ini, dan mereka juga mendapatkan pembinaan yang relevan sesuai dengan porsinya masing-masing,” tegasnya menambahkan.

Melalui kombinasi materi keagamaan, diskusi interaktif, materi kepemimpinan serta penguatan mental selama tiga hari ini, UM Maluku berharap dapat menggali potensi kepemimpinan dan kemampuan komunikasi para peserta. Output utama dari kegiatan ini bukan sekadar melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual, melainkan kader persyarikatan dan pemimpin masa depan yang berintegritas serta berakhlak mulia. (Humas)

