
Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Maluku serta Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku gelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Taeno, Negeri Rumah Tiga, Ambon, Jumat (04/09/26).
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan jajaran dosen UM Maluku, pengurus MPI PWM Maluku, serta pengurus dan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) setempat. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap syiar Islam dan pendidikan karakter, tim pengabdian menyerahkan mushaf Al-Qur’an kepada TPQ Al-Kadir dan Majelis Taklim Al-Kadir Dusun Taeno.
Kepala LPPI UM Maluku, Ismail Borut, M.Pd., menyampaikan bahwa aksi pengabdian ini difokuskan untuk meningkatkan literasi membaca Al-Qur’an bagi generasi muda Islam di wilayah tersebut.

”Al-Qur’an merupakan pedoman hidup utama bagi umat Islam yang tidak hanya mendasari aspek spiritual, tetapi juga menjadi fondasi moral dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Ismail.
Ia menegaskan, di era modern saat ini, penguatan literasi Al-Qur’an sejak usia dini menjadi benteng krusial untuk membina karakter generasi muda di tengah meluasnya tantangan degradasi moral global. Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan Al-Qur’an di tingkat tapak harus terus didukung.
Menurut Ismail, keberadaan TPQ tidak sekadar berfungsi sebagai tempat alternatif untuk belajar membaca dan menulis huruf hijaiyah. Lebih dari itu, TPQ memegang peran vital sebagai sarana dakwah dan benteng spiritual yang efektif bagi masyarakat di Dusun Taeno.
Ismail yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPI PWM Maluku ini menambahkan bahwa keberhasilan TPQ dalam meningkatkan kualitas keimanan anak sangat dipengaruhi oleh sinergi berbagai faktor. Mulai dari efektivitas metode pembelajaran, kompetensi para ustaz/ustazah, ketersediaan sarana prasarana, hingga dukungan penuh dari orang tua.
”Berpijak pada urgensi tersebut, kajian mendalam mengenai bagaimana peran nyata TPQ dalam mengoptimalkan peningkatan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT sangat penting untuk terus dilakukan dan didampingi di Dusun Taeno ini,” ungkap Ismail Borut.

Sementara itu, Dekan FKIP UM Maluku, Pramitha Wally, M.Pd., menggarisbawahi pentingnya keterlibatan akademisi dalam pendampingan metode pembelajaran Al-Qur’an dan penguatan kapasitas para pengajar TPQ.
”Sebagai lembaga akademis yang membidangi kependidikan, FKIP UM Maluku memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan mutu pembelajaran di tengah masyarakat. Melalui pengabdian ini, para dosen turun tangan untuk mendampingi pengajar TPQ agar metode pembelajaran yang diterapkan semakin efektif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Pramitha Wally.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Maluku, R. Leikawa, menyambut positif dan mendukung penuh kolaborasi pengabdian masyarakat ini. Ia menekankan pentingnya peran MPI dalam menyebarluaskan nilai-nilai literasi dan syiar Islam kepada masyarakat luas.
”Majelis Pustaka dan Informasi PWM Maluku berkomitmen untuk terus mengawal dan memperluas jangkauan edukasi serta literasi, baik literasi Al-Qur’an maupun literasi informasi di tengah masyarakat. Melalui penguatan TPQ di Dusun Taeno ini, kita tidak hanya membagikan Al-Qur’an, tetapi juga mentransfer nilai-nilai keislaman dan pencerahan yang menjadi ciri khas dakwah Muhammadiyah,” tegas R. Leikawa.
Melalui sinergi antar-lembaga ini, LPPI UM Maluku, FKIP UM Maluku, dan MPI PWM Maluku berharap pendampingan serta penyaluran mushaf Al-Qur’an ini dapat semakin memotivasi santri dan masyarakat Dusun Taeno untuk terus mendekatkan diri dengan Al-Qur’an sekaligus membangun benteng moral yang kokoh. (Humas)
