
Plt. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si., memberikan motivasi dalam kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (MASTAMARU) Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) Tahun 2026 di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku, Selasa (29/9/2026).
Di hadapan ratusan mahasiswa baru, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) ini membawakan materi bertajuk “Pendidikan Tinggi, Kebijakan Akademik, dan Tantangan Mahasiswa di Era Transformasi”. Prof. Saiful mengingatkan para mahasiswa baru bahwa mereka merupakan kelompok cerdas yang beruntung, mengingat dari setiap 100 anak usia kuliah (19–23 tahun) di Indonesia, baru sekitar 33 orang (33,12%) yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

“Pendidikan tinggi adalah jembatan pengharapan dari pulau-pulau di ufuk timur menuju Indonesia Emas 2045. Menjadi mahasiswa adalah investasi jangka panjang bangsa. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujar Prof. Saiful Deni.
Dalam pemaparannya, Prof. Saiful menyoroti tantangan pendidikan tinggi nasional, termasuk ketimpangan akses perdesaan (23,14%) dan perkotaan (38,58%), serta ketertinggalan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia dibanding negara-negara tetangga di ASEAN.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak yang mencakup perluasan KIP Kuliah, Program Mahasiswa Berdampak, Kampus Inklusif, hingga penguatan ekosistem riset nasional.

Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memahami kebijakan akademik terkini, seperti fleksibilitas Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), digitalisasi layanan PDDikti, serta komitmen kampus dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) sesuai Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021.
Menghadapi pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) dan dinamika dunia kerja, Prof. Saiful membeberkan lima tantangan utama mahasiswa baru, mulai dari adaptasi cara belajar mandiri, menjaga kesehatan mental, hingga membentengi diri dengan etika dan integritas akademik.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia memacu para mahasiswa agar menguasai kompetensi utama 4C, Karakter (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, serta Character) dan Literasi Baru (Data, Teknologi/AI, dan Kemanusiaan).
“Era transformasi menuntut kita untuk adaptif, bukan sekadar pintar secara teoritis. Manfaatkan teknologi dan AI secara kritis dan beretika, hindari plagiarisme, dan aktiflah berorganisasi untuk membangun jejaring sejak dini,” tegasnya.

Menutup pemaparannya, Prof. Saiful mengapresiasi peran UM Maluku sebagai perguruan tinggi swasta yang terus memadukan penguasaan sains dan teknologi dengan nilai-nilai keislaman yang berkemajuan. Ia berpesan agar mahasiswa senantiasa memegang teguh tiga pilar: Ilmu (penguasaan iptek), Amal (berdampak bagi masyarakat), dan Akhlak (integritas sebagai kompas kehidupan).
Pemaparan Prof. Saiful mendapat apresiasi penuh dari para peserta. Antusiasme tersebut terlihat jelas dari banyaknya mahasiswa baru yang berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis. (Humas)

