UM Maluku Berkomitmen Bangun Ekosistem Kerja Adaptif Melalui Workshop Self Development

Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) mengadakan Workshop Pengembangan Diri (Self Development) yang ditujukan khusus bagi jajaran dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan kampus. Kegiatan yang berlangsung di lantai 6 ini dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., yang didampingi oleh Wakil Rektor I, Dr. Andi Thamrin, SP., M.Si., sebagai upaya nyata institusi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) demi kemajuan universitas, Jumat (05/06/2026).

Prof. Faris mengawali materinya dengan memberikan sebuah Reflective Activity kepada peserta, yakni simulasi yang dikemas sebagai pemantik kesadaran individu akan diri sendiri di awal sesi. Ia mengajak peserta berpikir dan meminta mereka menulis jawaban atas pertanyaan “Bagaimana aku ingin diperlakukan?”. Seluruh peserta sangat antusias menjawab pertanyaan itu dalam secarik kertas.

Hal tersebut merupakan salah satu strategi Rektor UM Maluku untuk mengajak peserta merenungkan satu kalimat tentang bagaimana mereka ingin diperlakukan. Secara tidak langsung, mental peserta sedang dipersiapkan untuk menyelami esensi materi tentang Pengembangan Diri.

Dalam pemaparannya, Prof. Faris Al-Fadhat mengangkat esensi dari buku legendaris karya Stephen R. Covey, “The 7 Habits of Highly Effective People”. Ia menekankan bahwa efektivitas dan profesionalisme kerja di lingkungan akademik sangat dipengaruhi oleh bagaimana setiap individu mampu mengelola diri dan berkolaborasi.

“Kebesaran institusi ini bergantung pada kualitas manusianya. Pengembangan diri bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk merespons dinamika dunia pendidikan tinggi saat ini,” ujar Prof. Faris dalam paparannya.

Dalam workshop tersebut, Rektor mengupas tuntas tujuh kebiasaan efektif yang harus diinternalisasi oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Tiga kebiasaan pertama berfokus pada pengelolaan diri, dimulai dari Be Proactive untuk mengambil inisiatif dan memilih respons terbaik dalam segala situasi, bukan sekadar pasrah. Selanjutnya, Begin with the End in Mind mengajak peserta memiliki visi masa depan dan warisan (legacy) yang jelas bagi universitas, sementara Put First Things First menekankan pentingnya mendahului hal yang penting daripada yang sekadar mendesak demi efisiensi kerja.

Empat kebiasaan berikutnya berfokus pada kolaborasi dan pengembangan diri dalam lingkungan kerja. Melalui Think Win-Win, Rektor mengajak untuk membangun hubungan sehat yang saling menguntungkan, bukan menjatuhkan satu sama lain. Kemudian disusul dengan Seek First to Understand, Then to Be Understood yang menekankan pentingnya mendengarkan untuk memahami demi meminimalisasi konflik. Peserta juga didorong untuk Synergize dengan memanfaatkan perbedaan sebagai kekuatan kolaborasi untuk melahirkan pencapaian besar, serta Sharpen the Saw untuk terus mengasah kapasitas diri dan menjaga keseimbangan hidup agar produktivitas tetap terjaga.

Melalui workshop ini, UM Maluku berkomitmen menciptakan ekosistem kerja yang adaptif, solutif, dan harmonis. Diharapkan setelah pelatihan ini, para dosen dan tenaga kependidikan mampu membawa semangat baru dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat luas. (Humas)

  • rektorat@ummaluku.ac.id
  • +62 823-1335-9910 - Admisi UM Maluku
  • +62 813-1319-6697 - Humas Um Maluku
  • Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Permi no. 37 Silale-Kota Ambon. 97111 Alamat Kampus I. Universitas Muhammadiyah Maluku, Jl. Dr. Sitanala, Waringin, Kel Wainitu, Kec. Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku 97115